blog tidak bisa diklik kanan

Minggu, 08 Mei 2011

Lembaga keuangan

BAB I
LEMBAGA KEUANGAN DALAM SISTEM KEUANGAN
FUNGSI SISTEM KEUANGAN
  • Fungsi tabungan:
  • Fungsi penyimpanan kekayaan: menyimpan sebagian kekayaannya di Lembaga Keuangan seperti obligasi, saham dan lain-lain yang tidak rugi dengan berlalunya waktu.
  • Fungsi likuiditas: simpanan mudah dicairkan dan bahkan mendapat keuntungan dengan resiko rendah.
  • Fungsi kredit: membiayai kebutuhan konsumsi dan investasi dalam ekonomi.
  • Fungsi pembayaran: cek, giro bilyet, kartu kredit, mekanisme kliring.
  • Fungsi resiko: proteksi terhadap jiwa, kesehatan dan resiko pendapatan atau kerugian.
  • Fungsi kebijakan: digunakan oleh pemerintah untuk melakukan kebijakan guna menstabilkan ekonomi melakui kebijakan moneter.

JENIS PASAR KEUANGAN DALAM SISTEM KEUANGAN
  • Pasar uang adalah pasar untuk dana-dana yang bersifat jangka pendek di mana lembaga-lembaga, perusahaan-perusahaan atau individu yang memliki kelebihan dana yang bersifat sementara memenuhi kebutuhan pihak-pihak yang sedang mengalami kekurangan dana yang bersifat sementara. Salah satu fungsi pasar uang adalah membiayai kebutuhan modal kerjaperusahaan. Instrumen pasar uang: surat-surat berharga yang jatuh tempo satu tahun atau kurang.
  • Pasar modal adalah pasar yang dirancang untuk membiayai investasi jangka panjang oleh unit-unit usaha, lembaga pemerintah atau rumah tangga. Transakasi dalam pasar modal memungkinkan pembangunan pabrik, jalan tol, dan perumahan. Inntrumen keuangan: memiliki jatuh tempo di atas satu tahun dan nilainya bervariasi.

LEMBAGA KEUANGAN
PENGERTIAN LEMBAGA KEUANGAN
Lembaga keuangan adalah badan usaha yang kekayaannya terutama dalam bentuk asset keuangan atau tagihan dibandingkan asset non financial atau asset riil. Lembaga keuangan memberikan kredit kepada nasabah dan menanamkan dananya dalam surat-surat berharga. Di samping itu lembaga keuangan juga menawarkan berbagai jasa keuangan: berbagai jenis tabungan, proteksi asuransi, program pension, penyediaan system pembayaran dan mekanisme transfer dana.
KLASIFIKASI LEMBAGA KEUANGAN
Berdasarkan kemampuan menghimpun dana dari masyarakat secara langsung:
  • Lembaga keuangan depositori: LK yg menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan (giro, tabungan, deposito berjangka) bank-bank.
  • Lembaga keuangan non depositori (LKBB) yaitu LK yg kegiatannya bersifat:
  • LK kontraktual: menarik dana dari masyarakat dangan menawarkan kontrak untuk memproteksi penabung terhadap ketidakpastian (polis asuransi, program pension).
  • LK investasi: melakukan investasi di pasar uang dan pasar modal (perusahaan efek, reksa dana)
  • LKBB lainnya: perusahaan modal ventura dan perusahaan pembiayaan yang menawarkan jasa pembiayaan sewaguna usaha, anjak piutang, pembiayaan konsumen dan kartu kredit.

PERAN LEMBAGA KEUANGAN DALAM PROSES INTERMEDIASI
Intermediasi keuangan adalah proses pembelian surplus dana dari unit ekonomi yaitu sektor usaha, pemerintah dan individu atau rumah tangga, untuk disalurkan kepada unit ekonomi defisit. Atau merupakan kegiatan pengalihan dana dari penabung kepada peminjam.
Proses intermediasi dilakukan oleh lembaga keuangan dengan cara membeli sekuritas primer yang diterbitkan oleh unit defisit dan dalam waktu yang sama lembaga keuangan mengeluarkan sekuritas sekunder kepada penabung atau unit surplus. Sekuritas primer: saham, obligasi, commercial paper, perjanjian kredit dsb. Sekuritas sekunder: giro, tabungan, deposito berjangka, sertifikat deposito, polis asuransi, reksa dana dsb.
Peran:
  • Pengalihan asset (asset transmutation): mengalihkan kewajiban menjadi asset (kredit).
  • Likuiditas: kemampuan memperoleh uang tunai saat dibutuhkan. Sekurutas sekunder: giro, tabungan, sertifikat deposito yang diterbitkan oleh bank memiliki tkt likuiditas tinggi, aman dan memperoleh pendapatan.
  • Realokasi pendapatan: menyisihkan pendapatan untuk persiapan menghadapi masa depan.
  • Transaksi: Rekening giro, tabungan dapat berfungsi sebagai uang.



FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN MENINGKATNYA PERAN LEMBAGA KEUANGAN
  • Meningkatnya pendapatan masyarakat
  • Perkembangan teknologi dan industri
  • Denominasi instrument keuangan
  • Skala ekonomi dan produk jasa-jasa: biaya per unit jasa rendah karena berbagai jenis jasa keuangan dan dalam jumlah besar. Mampu bersaing.
  • Jasa-jasa likuiditas: LK menjual produk/jasa-jasa likuiditas kepada perusahaan.
  • Keuntungan jangka panjang: spread akan tetap sama.
  • Resiko lebih kecil: Lembaga Penjamin Simpanan

INTERMEDIASI DAN DISINTERMEDIASI KEUANGAN
PERTIMBANGAN DALAM PROSES INTERMEDIASI KEUANGAN
  • Keamanan dan resiko kredit: mengurangi tdk dibayarnya kembali simpanan.
  • Likuiditas: menawarkan produk-produk keuangan yang likuid.
  • Aksesibilitas: penabung dan peminjam dpt memanfaatkan jasa intermediasi bank untuk menabung maupun untuk mendapatkan pinjaman.
  • Kemudahan: mempermudah transaksi keuangan.

JENIS-JENIS INTERMEDIASI KEUANGAN
Lembaga keuangan sebagai lembaga intermediai menawarkan berbagai jenis intermediasi keuangan:
  • Intermediasi denominasi: simpanan dalam jumlah kecil, kredit dalam jumlah besar.
  • Intermediasi resiko: resiko tdk dibayarnya kembali kredit oleh debitor
  • Intermediasi jatuh tempo: simpanan dlm jangka pendek, kredit dlm jangka waktu lebih panjang.
  • Intermediasi informasi: memberikan informasi kpd nasabah ttg pasar atau peluang-peluang usaha.
  • Intermediasi mata uang: memenuhi kebutuhan mata uang yg diinginkan peminjam.

DISINTERMEDIASI KEUANGAN
Merupakan kebalikan dari proses intermediasi. Disintermediasi berarti penarikan dana dari lembaga keuangan oleh penabung dan meminjamkan dana tersebut dana tersebut kepada peminjam. Penabung menarik dana dari rekening simpanannya di bank kemudian membelikannya saham dan obligasi atau surat berharga lainnya melalui broker.

BIDANG-BIDANG PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN LEMBAGA KEUANGAN
  • Manajemen aktiva
  • Manajemen utang
  • Manajemen modal
  • Pengendalian biaya
  • Kebijakan pemasaran

Manajemen aktiva, utang dan modal
Dlm melakukannya LK harus menyadari adanya gap antara keuntungan aktiva dan bunga yang dibayarkan kpd penabung dan pemilik modal. Selisihnya disebut spread atau net margin.
Ada 2 resiko yg dihadapi LK:
  • Resiko likuiditas: dikatakan likuid apabila mampu memenuhi semua penarikan dana (giro, deposito, tabungan, pencairan kredit oleh nasabah)
  • Resiko insolvensi: ketidakmampuan memenuhi kewajiban untuk jangka panjang.
Pengendalian biaya
Merupakan masalah penting dlm mempertahankan atau meningkatkan profitabilitas LK.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar